Minggu, 06 September 2020

Perancangan Basis Data

 


Data

Data adalah semua yang ada disekitar kita yang merupakan fakta dapat diseut sebagai data

Pengetahuan

Pengetahuan adalah sebuah informasi yang tersembunyi, informasi didapat dari sebuah proses analisa. Output atau pengetahuan yang diperoleh tidak dapat diprediksi seperti informasi

Big Data

Big data adalah suatu trend yang mencakup area yang luas dalam dunia bisnis dan teknologi. Big Data menunjuk pada teknologi dan inisiatif yang melibatkan data yang begitu beragam, cepat berubah, atau berukuran super besar sehingga terlalu sulit bagi teknologi, keahlian, maupun infrastruktur konvensional untuk dapat menanganinya secara efektif. Dengan kata lain, Big Data memiliki ukuran (volume), kecepatan (velocity), atau ragam (variety) yang terlalu ekstrim untuk dikelola dengan teknik konvensional.

Database

Database atau basis data adalah kumpulan berbagai data dan informasi yang tersimpan dan tersusun di dalam komputer secara sistematik yang dapat diperiksa, diolah atau dimanipulasi dengan menggunakan program komputer untuk mendapatkan informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelolan dan memanggil database disebut dengan sistem database management system. Istilah database sendiri mengacu pada koleksi data-data yang saling terkait satu sama lain dimana tujuan database adalah dapat digunakan untuk mengelola data dengan lebih efektif dan efisien.

 Data Warehouse

Data warehouse merupakan metode dalam perancangan database, yang menunjang DSS (KEPUTUSAN Sistem Support) dan EIS (Executive Information System). Secara fisik, data warehouse adalah database, tapi perancangan data warehouse dan database sangat berbeda. Dalam desain database tradisional menggunakan normalisasi, sedangkan data warehouse normalisasi bukanlah cara terbaik. Data warehouse memisahkan beban kerja analisis dari beban kerja transaksi dan memungkinkan organisasi untuk menggabungkan / konsolidasi data dari berbagai sumber. Dengan demikian, data warehouse merupakan metode dalam perancangan database, yang Mengacu DSS (Decission Support System) dan EIS (Executive Information System).

 

 Manfaat Basis Data

 Basis data menyediakan fasilitas atau mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Hal inilah yang menjadikan alasan dari penggunaan teknologi basis data saat ini.

 

 

 

https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/pengertian-database.html

http://www.teknologi-bigdata.com/2015/12/apa-itu-big-data-definisi-big-data-jenis-big-data-manfaat-big-data.html

 https://www.dosenpendidikan.co.id/data-warehouse-adalah/

Senin, 15 Juni 2020

Ancaman Cyber Security


Ancaman Cyber Security

  1. Ransomware & Malware, kerugiannya jauh lebih mahal dibanding kebocoran data.
Hingga bulan mei 2019 saja, kerusakan yang diakibatkan oleh Ransomware sudah hampir mencapai $ 11,5 miliar, yang secara kasar diterjemahkan menjadi seseorang yang menjadi korban baru setiap 14 detik. Menggunakan malware atau perangkat lunak untuk menolak akses ke komputer atau sistem hingga tebusan dibayarkan. Ancaman ini lebih mahal daripada pelanggaran data tradisional. Namun ironisnya, itu bukan ancaman membayar tebusan dan biaya data curian yang mendorong para eksekutif untuk meningkatkan perlindungan keamanan mereka. Saat ini, faktor pendorongnya adalah meminimalkan dampak paling mahal – gangguan organisasi yang lebih luas dari serangan cyber dan biaya untuk membersihkan jaringan dan memulihkan operasi bisnis. Ransomware terus meningkat, dan biayanya lebih mahal dari yang Anda kira.
  1. Serangan Titik Akhir: Tren Cloud dan SaaS Menjadi Lebih Mudah untuk Peretas
Ketika perusahaan memindahkan semakin banyak sumber daya ke dalam “cloud”, permukaan serangan akan terus tumbuh dalam ukuran, sehingga memudahkan pengganggu untuk melewati langkah-langkah keamanan masa lalu. Dengan budaya membawa-perangkat-Anda sendiri yang kita tinggali saat ini dikombinasikan dengan proliferasi penyedia SaaS untuk layanan data, peretas memiliki banyak vektor serangan yang dapat dipilih.
Tantangan yang dihadapi organisasi saat ini adalah mengamankan akses ke sumber daya di luar lokasi ini, yang biasanya digunakan sebagai batu loncatan bagi aktor jahat untuk masuk ke jaringan Anda. Lagi pula, setiap serangan dimulai pada titik akhir, apakah itu berfungsi sebagai target sebenarnya atau tidak. Jadi, apakah risikonya berasal dari penggunaan yang tidak sah dari aplikasi Shadow IT yang digabungkan dengan sumber daya perusahaan atau pengguna hanya mendapatkan “pwned” (diretas) dari jaringan perusahaan melalui cara lain, ancaman terhadap titik akhir pengguna adalah tantangan nyata yang memiliki belum diselesaikan.
  1. Phishing: Lebih Canggih dari Sebelumnya
Phishing telah lama terbukti sebagai salah satu cara termurah dan termudah untuk mengkompromikan target, itulah sebabnya ia tetap menjadi vektor serangan cyber # 1 untuk peretas. Lebih sering daripada tidak, serangan phishing tampak normal, email setiap hari dari sumber tepercaya tetapi mengirimkan malware ke komputer atau perangkat Anda, memberi peretas akses kritis yang mereka butuhkan.
Dengan meluasnya penggunaan layanan SaaS seperti Dropbox, Slack, Office 365, Salesforce dan lainnya, peretas meningkatkan keterampilan peniruan mereka dengan jenis serangan yang lebih canggih mulai dari isian kredensial hingga metodologi rekayasa sosial canggih. Konten menjadi lebih relevan dan menarik bagi calon korban, memikat mereka untuk terlibat dan membocorkan informasi. Akibatnya, serangan ini menjadi lebih sulit dikenali, bahkan untuk pengguna yang mengerti teknologi.
  1. Kebangkitan Serangan Pihak Ketiga & Rantai Pasokan
Serangan rantai pasokan (juga disebut serangan pihak ketiga) terjadi ketika sistem Anda disusupi melalui mitra atau penyedia luar yang memiliki akses ke sistem dan / atau data Anda. Dengan lebih banyak rantai pasokan digital dan penyedia layanan menyentuh lebih banyak data perusahaan daripada sebelumnya, permukaan serangan telah berubah secara dramatis. Peretas memiliki peluang lebih luas, dan jenis serangan ini menjadi lebih jelas. Pelajari lebih lanjut tentang risiko rantai pasokan dalam prediksi keamanan Masergy untuk 2019.
Pembaruan perangkat lunak dan tambalan keamanan merupakan perlindungan penting, namun merupakan bidang kerentanan lainnya saat bekerja dengan pihak ketiga. Sebagian besar perangkat lunak pihak ketiga bergantung pada perpustakaan eksternal dan sumber daya untuk pembaruan dan tambalan. Jika sumber daya eksternal ini dikompromikan oleh aktor jahat, mereka dapat dengan mudah mengarahkan pembaruan sistem ke server jahat untuk mengirimkan malware ke korban mereka.
  1. Serangan Berbasis AI dan ML: Cybercrime Berkembang dengan Alat Canggih
Machine Learning (ML) dan pendekatan Artificial Intelligence (AI) lainnya sekarang digunakan untuk memerangi kejahatan dunia maya, menjadi “taruhan” dalam semua strategi keamanan modern. Tetapi alat yang sama digunakan untuk melawan kita.
Ketika ML dan AI menjadi lebih mudah tersedia bagi massa, peretas menggunakan mereka untuk meningkatkan kecanggihan serangan mereka. Dengan alat-alat ini, serangan dapat dikalikan dan kejahatan dunia maya dapat mencapai ketinggian yang sama sekali baru. Kami sudah melihat buktinya! Banyak serangan ransomware yang tersebar luas baru-baru ini digerakkan oleh ML dan AI.

Manajemen Resiko 

Risiko pasti akan dimiliki oleh setiap perusahaan yang sedang beroperasi. Untuk meminimalisir risiko yang akan timbul, maka perusahaan harus mampu mengatur sehingga tidak akan menganggu proses kinerja perusahaan. Pengaturan itu, dikenal dengan sebutan manajemen risiko. Tahukah kalian apa itu manajemen risiko? Manajemen risiko (risk management) dapat dikatakan suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima. Sedangkan di dalam perusahaan, dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan, pengaturan, pemimpinan, dan pengontrolan aktivitas sebuah organisasi untuk meminimalisir risiko pendapatan perusahaan.
Proses manajemen risiko memberikan gambaran kepada kita bahwa untuk mengelola risiko ada beberapa tahapan yakni:
1.  Perencanaan Manajemen Risiko.
        Perencanaan meliputi langkah memutuskan bagaimana mendekati dan merencanakan kegiatan manajemen risiko untuk sebuah proyek. Dengan mempertimbangkan lingkup proyek, rencana manajemen proyek, faktor lingkungan perusahaan, maka tim proyek dapat mendiskusikan dan menganalisis aktivitas manajemen risiko untuk proyek-proyek tertentu.

        Untuk membuat perencanan manajemen risiko, ada bebrapa hal yang diperlukan yakni 1) Project Charter, yakni dokumen yang dikeluarkan oleh manajemen senior yang secara formal menyatakan adanya suatu proyek. Dokumen ini memberi otorisasi kepada manajer proyek untuk menggunakan sumberdaya organisasi untuk melaksanakan aktivitas proyek. 2) Kebijakan manajemen risiko, 3) Susunan peran dan tanggung jawab 4) Toleransi stakeholder terhadap risiko 5) Tamplate untuk rencana manajemen risiko organisasi 6) Work Breakdown Structure (WBS)

        Output dari perencanaan manajemen risiko adalah Risk Management Plan yang berisi:
·    Metodologi yang menguraikan definisi alat, pendekatan, sumber data yang mungkin digunakan dalam manajemen risiko proyek tertentu
·    Peran dan Tanggung Jawab yang menguraikan tanggung jawab dan peran utama serta pendukung berikut keanggotaan tim manajemen risiko untuk setiap tindakan
·    Budget yang berisi rencana anggaran untuk manajemen risiko proyek
·    Waktu yang berisi rencana waktu pelaksanaan proses manajemen risiko di sepanjang siklus proyek
·    Scoring dan Intepretasi yang menguraikan metode skoring dan intepretasi yang sesuai tipe dan waktu analisis risiko kualitatif maupun kuantitatif.

2.  Identifikasi Risiko
        Sebagai suatu rangkaian proses, identifikasi risiko dimulai dengan memahami apa sebenarnya yang disebut sebagai risiko. Berikutnya adalah pendefinisian risiko yang mungkin mempengaruhi tingkat keberhasilan proyek dan mendokumentasikan karakteristik dari tiap-tiap risiko dengan melakukan Hasil utama dari langkah ini adalah risk register.

        Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan analisis sumber risiko dan analisis masalah Analisis sumber risiko yaitu analisis risiko dengan melihat darimana risiko berasal. Ada tiga sumber risiko yang sudah banyak dikenal yakni Risiko internal yakni risiko yang bersumber dari internal organisasi yang dapat dikategorikan dalam non technical risk (manusia, material, keuangan) dan technical risk (disain, konstruksi dan operasi). Analisis masalah adalah analisis risiko  yang terkait dengan kekawatiran/ rasa khawatir.

        Untuk dapat mengidentifikasi risiko setidaknya ada empat metode yang digunakan, yakni 1) Identifikasi risiko berdasarkan tujuan  Yaitu risiko diidentifikasi berdasarkan sejauh mana suatu peristiwa dapat membahayakan pencapaian tujuan secara perbagian atau secara keseluruhan pekerjaan proyek. 2) Identifikasi Risiko berdasarkan Skenario. Yakni risiko diidentifikasi berdasarkan skenario yang dibuat berdasarkan perkiraan terjadinya sebuah peristiwa. 3) Identifikasi risiko berdasarkan Taksonomi. Yakni risiko dibreakdown berdasarkan sumber risiko dengan menggunakan pengetahuan praktik yang ada melalui daftar pertanyaan yang telah disusun yang jawabannya akan menunjukkan risiko yang ada. 4) Common risk check. Yakni risiko yang sudah biasa terjadi didaftar dan dilakukan pemilihan mana risiko yang sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakan.


3.  Analisis Risiko Kualitatif
        Analisis kualitatif salam manajemen risiko adalah proses menilai dampak dan kemungkinan risko yang sudah diidentifikasi. Proses ini dilakukan dengan menyusun risiko berdasarkan dampaknya terhadap tujuan proyek. Analisis ini merupakan cara prioritisasi risiko sehingga membentuk gambaran risiko yang harus mendapat perhatian khusus dan cara merespon risiko tersebut seandainya terjadi.


4.  Analisis Risiko Kuantitatif
        Analisis risiko secara kuantitatif merupakan metode untuk mengidentifikasi risiko kemungkinan kegagalan sistem dan memprediksi besarnya kerugian. Analisis ini dilakukan dengan mengaplikasikan formula matematis yang dikaitkan dengan nilai finansial. Secara matematis penghitungan risiko dilajkukan dengan mengalikan tingkat kemungkinan kejadian dengan dampak yang ditimbulkan. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk mengambil langkah strategis dalam mengatasi risiko yang teridentifikasi.. Meskipun analisis kuantitatif ini menggunakan pendekatan matematis, namun pada prinsipnya analsisi ini merupakan tindak lanjut yang mengikuti hasil analisis kualitatif. Kesulitan utama dalam analisis risiko kuantitatif adalah pada saat menentukan tingkat kemungkinan karena data-data statistik belum tentu tersedia untuk semua peristiwa.


5.  Penanganan Risiko
        Penangan risiko diartikan sebagai proses yang dilakukan untuk meminimalisasi tingkat risiko yang dihadapi sampai pada batas yang dapat diterima. Sacra kuantitatif, upaya meminimalisasi risiko dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang diarahkan pada turunnya angka hasil ukur yang diperoleh dari analisis risiko. Meskipun dalam penanganan risiko dapat dilakukan dengan satu atau lebih cara yang diaplikasikan secara bersamaan atau simultan misalnya mengurangi risiko sekaligus mengalihkan risiko, namun secara umum, teknik yang digunakan untuk menangani risiko dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu 1) Menghindari risiko yakni dengan tidak melakukan aktivitas yang beresiko dan memilih melakukan kegiatan yang tidak memiliki risiko. 2) Mitigasi/ Reduksi/ Mengurangi risiko yakni dengan melakukan tindakan untuk mengurangi peluang terjadinya peristiwa yang tidak diharap. Misalnya dengan memilih orang-orang yang kompeten untuk dipekerjakan di proyek. 3) Menerima risiko yakni tetap melakukan pekerjaan yang mengandung risiko dengan tidak melakukan perubahan apapun namun menyiapkan rencana kontingensi jika risiko terjadi. 4) Tranfer Risiko yakni dengan mengalihkan risiko ke pihak lain misalnya dengan membeli asuransi.

Manajemen Keamanan Informasi 


Aktifitas untuk menjaga  agar perusahaan dan sumber daya informasi tetap aman disebut Manajemen  keamanan informasi. CIO  adalah orang yang  tepat untuk memikul tanggung jawab atas keamanan informasi, namun kebanyakan organisasi mulai menunjuk orang tertentu yang dapat   mencurahkan perhatian penuh terhadap aktivitas ini. Direktur keamanan sistem informasi perusahaan digunakan untuk individu di dalam organisasi, biasanya anggota dari unit sistem  informasi, yang  bertanggung  jawab atas keamanan system informasi perusahaan tersebut. Namun saat ini perubahan sedang dibuat untuk mencapai tingkat informasi yang lebih tinggi lagi di  dalam perusahaan dengan cara  menunjuk seorang  Direktur Assurance informasi  perusahaan (CIAO).   

Seorang  CIAO harus mendapatkan serangkaian sertifikat  keamanan dan memiliki  pengalaman minimum 10 tahun   dalam mengelola suatu fasilitas keamanan informasi.Pada bentuknya yang paling dasar,  manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap yaitu:

1.Mengidentifikasi ancaman yangdapat menyerang sumber daya informasi perusahaan
2.Mengidentifikasi risiko yang dapatdisebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut
3.Menentukan kebijakan keamanan informasi
4.Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut







source :

Minggu, 07 Juni 2020

Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan Sistem Informasi 



  • Pengembangan sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System Development).
  • Pengembangan sistem merupakan tindakan mengubah, menggantikan, atau menyusun kembali sistem lama menjadi sistem yang baru baik secara sebagian maupun keseluruhan untuk memperbaiki sistem yang selama ini berjalan (yang telah ada). Dalam sebuah perusahaan yang dinamis sebuah pengembangan sistem merupakan suatu tindakan yang penting untuk dilakukan, tujuannya adalah agar mekanisme atau sistem kerja pada perusahaan tersebut menjadi lebih baik, semua aspek lebih terintegrasi pada suatu sistem/peraturan. Titik berat pada pengembangan ini ialah bagaimana mengganti sebuah sistem (mengembangkan) dari yang lama (konvensional) ke yang lebih baru (modern), sebuah sistem yang lebih terintegrasi dengan perangkat komputerisasi yang lebih memudahkan pengolahan data guna menghasilkan informasi yang berkualitas yang nantinya berperan penting dalam pengambilan keputusan pada tingkat manajer (pimpinan) suatu perusahaan.
Alasan Pengembangan Sistem :
  1.   Adanya permasalahan
    • Adanya ketidakberesan
    • Pertumbuhan Organisasi
  2.   Untuk meraih kesempatan-kesempatan
  3.   Adanya instruksi (pimpinan, pemerintah)
Metode pengembangan sistem 

Metodologi pengembangan system adalah suatu proses pengembangan system yang formal dan presisi yang mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan tools yang terautomasi bagi para pengembang dan manager proyek dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagai keseluruhan system informasi atau software.
  1. Metode yang paling dikenal disebut juga sebagai System Development Life Cycle (SDLC) atau sering juga disebut sebagai Water Fall Method.
  2. Alternatif metode lainPrototyping : CASE tools, Joint Application Design (JAD), Rapid Application Development (RAD), Agile Methodologies, eXtreme Programming.
SDLC (System Development Life Cycle)
SDLC adalah siklus yang digunakan dalam pembuatan atau pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara efektif.
Dalam pengertian lain, SDLC adalah tahapan kerja yang bertujuan untuk menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang sesuai dengan keinginan pelanggan atau tujuan dibuatnya sistem tersebut.
SDLC menjadi kerangka yang berisi langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memproses pengembangan suatu perangkat lunak. Sistem ini berisi rencana lengkap untuk mengembangkan, memelihara, dan menggantikan perangkat lunak tertentu.
SDLC berisi tahapan-tahapan yang dikembangkan untuk tujuan tertentu. Berikut ini enam tahapan yang harus dilewati.

1. Tahapan Analisis Sistem
Tahapan pertama, yaitu analisis sistem. Pada tahap ini, sistem akan dianalisis bagaimana akan dijalankan nantinya. Hasil analisis berupa kelebihan dan kekurangan sistem, fungsi sistem, hingga pembaharuan yang dapat diterapkan. 
Bagian ini termasuk dalam bagian perencanaan. Bagian lain yang termasuk dalam perencanaan ialah alokasi sumber daya, perencanaan kapasitas, penjadwalan proyek, estimasi biaya, dan penetapan. Dengan demikian, hasil dari tahap perencanaan ialah rencana proyek, jadwal, estimasi biaya, dan ketentuan. Idealnya manajer proyek dan pengembang dapat bekerja maksimal pada tahap ini.

2. Tahapan Perancangan Sistem

Setelah persyaratan dipahami, perancang dan pengembang dapat mulai mendesain software. Tahapan ini akan menghasilkan prototype dan beberapa output lain meliputi dokumen berisi desain, pola, dan komponen yang diperlukan untuk mewujudkan proyek tersebut. Setelah spesifikasi, kemudian dilakukan perancangan sistem sebagai tahapan kelanjutannya. Tahap ini ialah tahap di mana seluruh hasil analisis dan pembahasan tentang spesifikasi sistem diterapkan menjadi rancangan atau cetak biru sebuah sistem.
Tahap ini disebut sebagai cetak biru, di mana sistem sudah siap untuk dikembangkan mulai dari implementasi, analisis sistem, hingga tenaga pendukung sistem yang akan dikembangkan.

3. Tahap Pembangunan Sistem

Pengembangan sistem ialah tahap di mana rancangan mulai dikerjakan, dibuat, atau diimplementasikan menjadi sistem yang utuh dan dapat digunakan. Jika diibaratkan bangunan, tahap ini merupakan tahap membangun.Tahap ini memakan waktu cukup lama karena akan muncul kendala-kendala baru yang mungkin dapat menghambat jalannya pengembangan sistem. Pada tahapan ini, perancangan bisa saja berubah karena satu atau banyak hal.
Tahap selanjutnya ialah memproduksi perangkat lunak di bawah proses pengembangan. Menurut metodologi yang sudah digunakan, tahap ini dapat dilakukan dengan cepat. Output yang dihasilkan pada tahap ini ialah perangkat lunak yang telah berfungsi dan siap diuji.

4. Tahap Pengujian Sistem 

Sesudah sistem selesai dikembangkan, sistem harus melalui pengujian sebelum digunakan atau dikomersialisasikan. Tahap pengujian sistem harus dijalankan untuk mencoba apakah sistem yang dikembangkan dapat bekerja optimal atau tidak.
Pada tahap ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kemudahan penggunaan sampai pencapaian tujuan dari sistem yang sudah disusun sejak perancangan sistem dilakukan. Jika ada kesalahan, tahap pertama hingga keempat harus diperbarui, diulangi, atau pun dirombak total.
Tahap tes SDLC ialah bagian paling penting dalam rangkaian pembuatan sebuah perangkat lunak. Karena sangat tidak mungkin mempublikasikan sebuah software tanpa melalui pengujian terlebih dahulu.
Beberapa pengujian yang harus dilewati, antara lain kualitas kode, tes fungsional, tes integrasi, tes performa, dan tes keamanan.
Untuk memastikan pengujian berjalan teratur dan tidak ada bagian yang terlewati, tes dapat dilakukan menggunakan perangkat Continuous Integration seperti Codeship.
Dari tahap ini, akan dihasilkan perangkat lunak yang telah dites dan siap untuk disebarkan ke dalam proses produksi.

5. Implementasi

Implementasi dan pemeliharaan merupakan tahap akhir dalam pembuatan SDLC. Di tahap ini sistem sudah dibuat, diuji coba, dan dipastikan dapat bekerja optimal.
Setelah tahap pembuatan selesai, dilakukan implementasi dan pemeliharaan oleh pengguna. Pemeliharaan sangat penting untuk memastikan sistem bekerja dengan optimal setiap saat.
Untuk implementasi, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
  • Melakukan survei dan penilaian terhadap kelayakan sistem yang sudah dikembangkan.
  • Menganalisis dan mempelajari sistem yang sudah ada dan sedang berjalan.
  • Melakukan pemecahan masalah dalam pengembangan sistem.
  • Menentukan penggunaan hardware dan software yang tepat.
  • Merancang dan mengembangkan sistem baru.
  • Memelihara dan meningkatkan sistem yang baru jika diperlukan.
Fase ini disebut juga sebagai tahap penyebaran. Pada tahap ini, software disebarkan setelah melewati proses yang melibatkan beberapa persetujuan manual. Tahap ini dilakukan sebelum menurunkan software ke produksi.
Proses penyebaran dapat dilakukan menggunakan Application Release Automation (ARA) sebelum masuk ke proses produksi. Output yang didapat dari tahap ini ialah perangkat lunak yang siap untuk diproduksi secara massal.

6. Pemeliharaan Sistem

Pemeliharaan sistem yang sudah dibuat sangat penting untuk referensi di kemudian hari. Pemeliharaan ialah tahap akhir yang menjadi permulaan fase yang baru yaitu penggunaan.
SDLC belum berakhir di tahap ini. Software yang dihasilkan harus terus dipantau untuk memastikan ia berjalan sempurna.
Celah dan kerusakan yang ditemukan pada proses produksi harus dilaporkan dan diselesaikan. Jika ditemukan sebelum diproduksi massal, ini akan lebih baik daripada menyelesaikan dengan merombak semuanya dari awal ke akhir.

End-User Development (EUD) : pengembangan aplikasi komputer oleh pengguna

Pengguna suatu aplikasi komputer atau software adalah end-user software tersebut.  Dalam menggunakan software, pengguna selalu saja menemukan ada bagian dalam software yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Pergumulan membangun software yang menjawab semua kebutuhan pengguna memang tidak pernah selesai. Kebutuhan pengguna selalu muncul, karena itu juga pengembang software selalu mengembangkan dari versi ke versi untuk melengkapi kebutuhan, atau menghasilkan software lain untuk tujuan yang sama.
Usaha untuk dapat menghasilkan software yang memenuhi kebutuhan salah satunya adalah dengan melibatkan, mempersilahkan, dan memungkinkan end-user atau pengguna untuk mengubah software dalam tingkat tertentu. Itulah end-user development.

Prototyping

Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.
Tahapan-tahapan Model Prototyping
  • Pengumpulan Kebutuhan
  • Membangun Prototyping
  • Menggunakan Sistem
  • Mengkodekan Sistem
  • Menguji Sistem
  • Evaluasi Sistem
  • Evaluasi Protoptyping
Kelebihan
  • Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
  • Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret.
  • Digunakan untuk memperluas SDLC.
Kekurangan
  • Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  • Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
  • Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
  • Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah dan cepat selesai.


source : 

Jumat, 29 Mei 2020

E-commerce

E-commerce 

Pengertian E-commerce

Secara umum, pengertian e-commerce (perdagangan elektronik) adalah kegiatan jual beli barang/jasa atau transmisi dana/data melalui jaringan elektronik, terutama internet.
Dengan perkembangan teknologi informasi dan software, hal ini membuat transaksi konvensional menjadi mungkin untuk dilakukan secara elektronik.
Website digunakan sebagai pengganti toko offline. Website e-commerce mencakup berbagai fungsi seperti etalase produk, pemesanan online dan inventarisasi stok, untuk menjalankan fungsi utama sebagai e-commerce.
Software yang digunakan terpasang pada server e-commerce dan bekerja secara simultan dengan sistem pembayaran online untuk memproses transaksi.
Secara umum e-commerce artinya melakukan bisnis melalui jaringan yang saling terhubung (interconnected networks/internet).

Jenis-Jenis E-commerce
  • E-commerce business to business (B2B)
    Jenis bisnis B2B ini dilakukan oleh orang atau pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan.

    Biasanya, jenis B2B dilakukan secara berkelanjutan karena kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan dan adanya kepercayaan satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B adalah ketika dua perusahaan mengadakan transaksi jual beli secara onine, begitu juga dengan pembayaran yang tersedia menggunakan kartu kredit.
  • E-commerce business to consumer (B2C)
    Jenis e-commerce B2C adalah bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Sebagai contoh, produsen menjual produk ke konsumen secara online. Di sini, pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan memasarkan produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Artinya, produsen hanya memasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen hanya sebagai pembeli atau pemakai.
  • E-commerce consumer to consumer (C2C)
    Jenis e-commerce consumer to consumer dilakukan antara konsumen dengan konsumen.  Misalnya, konsumen dari suatu produsen akan menjual kembali produk ke konsumen lainnya.
  • E-commerce consumer to business (C2B)
    Jenis C2B adalah bisnis antara konsumen dan produsen. Bisnis tersebut dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk atau  jasa. Sebagai contoh, konsmen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang diinginkan secara online kepada para produsen. Nantinya, produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan konsumen.
Manfaat E-commerce
Ada beberapa manfaat e-commerce, yaitu:
  • Mempermudah komunikasi antara produsen dan konsumen.
  • Mempermudah pemasaran dan promosi barang atau jasa.
  • Memperluas jangkauan calon konsumen dengan pasar yang luas.
  • Mempermudah proses penjualan dan pembelian.
  • Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online.
  • Mempermudah penyebaran informasi.
Keuntungan E-commerce
Ada banyak keuntungan yang didapatkan dari e-commerce. Salah satunya adalah menjual produk atau jasa secara online tanpa harus mendirikan tooko atau kantor besar seperti yang dilakukan oleh para pelaku bisnis offline sebagai tempat usaha. Hanya dengan memanfaatkan jaringan internet, Anda sudah bisa memasarkan produk atau jasa kepada konsumen kapanpin dan di manapun.
Keuntungan lainnya adalah kemudahan berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Dari segi pemaaran barang juga jauh lebih menguntungan karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk melakkan promosi. Hanya dengan menggunakan jaringan internet, Anda sudah bisa memasarkan produk atau jasa Anda secara meluas ke masyarakat.
E-goverment

Pengertian E-goverment

E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
Model E-Government

 Government to Citizens (Pemerintah ke Masyarakat), Pemerintah membangun dan menerapkan
berbagai aplikasi teknologi informasi untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan
masyarakat.

 Government to Business (Pemerintah ke Pelaku Usaha), Contohnya pada proses perizinan
pendirian usaha dan investasi, pengadaan lelang oleh pemerintah, dan kegiatan lain yang
membutuhkan informasi secara online bagi pelaku usaha.

 Government to Government (Pemerintah ke Pemerintah), Memperlancar kerjasama antar
negara dengan dimudahkannya komunikasi, seperti kepentingan diplomasi, atau berbagai
informasi yang dianggap penting oleh negara yang satu dan lainnya.

 Government to Employees (Pemerintah ke Aparatnya), keadaan internal juga menjadi tempat
diterapkannya E-Gov dalam upaya kemudahan informasi atau akses berbagai tugas/hasil kerja
dan lainnya.


Keuntungan  E-Goverment bagi rakyat
1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
2. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan [transparansi ] maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
3. Pemberdayaan msyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk anaknya.
4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi    pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce.
5. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
6. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
7. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang   dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerinta8.  Selain tampilan dan paduan warna yang menarik, informasi-infromasi yang disajikan sangatlah lengkap dan up to date.
8. Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air.
9. Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya.
10. Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.
 Kerugian  E-Goverment bagi rakyat 
1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
2. Kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e- government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.
3. Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini publik.
4. Pelayanan yang diberikan situs pemerintah belum ditunjang oleh system manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan,prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi penetrasi komputerisasi k dalam system pemerintahan
5. Belum mapannya strategi serta tidak memaadainya anggaran yang dialokasikan untuk pengembanngan e-government
6. Inisiatif merupakan upaya instansi secara sendiri-sendiri, dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi, otentikasi, dan berbagai alikasi dasar yang memungkinkkan interoperabilitas antar situs secara andal, aman, dan terpercaya kurang mendapat perhatian
7. Kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet



Jumat, 24 April 2020

RESUME PERTEMUAN 7 & 9


PERANGKAT SISTEM INFORMASI
Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen, seperti :

  • Perangkat keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
  • Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
  • Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
  • Orang / Manusia : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor­masi.
  • Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
  • Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

a. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya. Berdasarkan fungsinya, perangkat keras dibagi menjadi :

  • Input Device (Unit Masukan)

      Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan.
  1. keyboard
  2. mouse
  3. touchpad
  4. light pen
  5. joystick

  • Process Device (Unit Pemrosesan)   

      Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (process device). Unit ini dinamakan CPU (Central Processing Unit). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data yang selanjutnya dapat menghasilkan suatu informasi yang diperlukan. Pada komputer mikro unit pemrosesan ini disebut dengan micro-processor (pemroses mikro) atau processor yang berbentuk chip yang terdiri dari ribuan sampai jutaan IC.
  1. power supply (PSU)
  2. random access memory (RAM)
  3. kartu grafis (VGA)
  4. prosesor
  5. motherboard

  • Ouput Device (Unit Keluaran)

      Unit ini merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan atau pun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia atau pun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Hasil pemrosesan tersebut dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol, khusus), image (dalam bentik grafis atau gambar), suara, dan bentuk lainnya yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable from). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terkahir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
  1. monitor
  2. printer
  3. speaker

  • Backing Storage (Unit Penyimpanan)

      Unit ini biasa juga disebut memory yang merupakan suatu tempat penyimpanan atau penampung data dan program. Dapat juga dikatakan sebagai Electronic Filing Cabinet pada sistem komputer. Penyimpanan cadangan merupakan penyimpanan semua informasi non-aktif di dalam komputer. Ada dua jenis utama alat penyimpanan cadangan, yaitu : Serial Accsess, contohnya tape drive. Kemudian Direct Access, contohnya disk magnetis, yaitu harddisk, floppy disk (diskette) yang sudah jarang sekali dipakai saat ini, CD/DVD ROM.
  1. tape driver
  2. magnetic tape
  3. harddisk (HDD)

  • Periferal (Unite Tambahan)

      Unit ini adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel atau pun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Unit ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing
  1. modem
  2. sound card
  3. optical disc drive
  4. uninterruptable power supply (UPS)

b. Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak adalah istilah khusus untuk data yang diformat, dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca, dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak terwujud. Perangkat lunak ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :


  •    Sistem Operasi

      Software sistem operasi merupakan suatu software kompleks yang mempunyai banyak fungsi. Fungsi yang pertama adalah untuk mengatur semua perangkat keras komputer yang terhubung dengan CPU. Saat ini sudah terdapat berbagai jenis software sistem operasi yang dapat kamu gunakan, di antaranya:

  1. Microsoft Windows (Windows 98, Windows 2000, Windows XP, dan Windows Vista)
  2. Linux (Mandrake, Ubuntu, dan Red hat).


  •    Bahasa Pemrograman

      Bahasa pemrograman (programming language) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk merancang atau membuat program sesuai dengan struktur dan metode yang dimiliki oleh bahasa program itu sendiri.


  •    Program Aplikasi

      Program aplikasi merupakan software yang mempunyai fungsi khusus sesuai dengan tujuan pembuatnya. Program aplikasi merupakan software yang banyak digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas tertentu, seperti untuk membuat surat, mendengarkan musik, menonton VCD, menghitung sejumlah angka, dan masih banyak lagi. Berdasarkan fungsinya, program aplikasi dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah :

  • program aplikasi pengolah kata
  • program aplikasi pengolah angka
  • program aplikasi pengolah grafis
  • program aplikasi pembuat presentasi
  • program aplikasi multimedia

c. Prosedur

Prosedur merupakan komponen fisik, karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan & instruksi. Prosedur terdiri dari tiga jenis, yaitu :

  • Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan.
  • Instruksi penyiapan data sebagai input.
  • Instruksi operasional.

d. Orang / Manusia

Manusia diperlukan dalam operasi sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar sistem. Pemakai akhir adalah orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen dan orang-orang yang berkepentingan. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya system analyst, developer, operator sistem dan staf administrasi lainnya.

e. Basis Data

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

SUMBER DAYA INFORMASI

Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber lain. IRM (Information Resources Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Adapun jenis-jenis sumberdaya informasi, yaitu :
1.      Perangkat keras komputer (Hardware)
2.      Perangkat lunak komputer (Software)
3.      Spesialis informasi
4.      Pemakai
5.      Fasilitas
6.      Database
7.      Informasi
  • Perangkat Keras Komputer (Hardware)

Perangkat keras adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya. 
  • Perangkat Lunak Komputer (Software)

Perangkat lunak adalah istilah khusus untuk data yang diformat, dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca, dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak terwujud.
  • Spesialisasi Informasi

Istilah spesialis informasi digunakan untuk menggambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer, yang terdiri dari :

– Analis Sistem

– Pengelola Database

– Spesialis Jaringan
– Pemakai
– Programmer
– Operator
– Komputer

  • Pemakai
Pemakai terdiri dari pemakai awam (end user), administrator sistem, dan brainware.
End User Computing (UEC)  adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh pemakai (user). EUC berkembang karena beberapa alasan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang computer, antrian jasa informasi, perangkat keras yang murah, dan perangkat lunak.

Administrator system:
1.   Merancang dan melakukan instalasi hardware dan software
2.   Mendefinisikan dan megidentifikasikan atribut yang digunakan oleh user
3.   Melakukan dokumentasi konfigurasi sistem
4.   Menjaga tingkat keamanan instalasi komputer
5.   Melakukan tuning kinerja sistem komputer
6.   Meyakinkan infrastruktur dan jaringan komputer dalam keadaan baik
7.   Melakukan backup dan restore
8.   Menjawab masalah teknis dan memecahkan masalah
9.   Melakukan audit software dan hardware
10. Mengidentifikasi ancaman dan tanggap terhadap isu yang berhubungan dengan system

Brainware adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem di dalam komputer. Diartikan juga sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari Hardware maupun Software.
  • Fasilitas
Fasilitas adalah prasarana atau wahana untuk melakukan atau mempermudah sesuatu. Fasilitas bisa pula dianggap sebagai suatu alat. fasilitas biasanya dihubungkan dalam pemenuhan suatu prasarana umum yang terdapat dalam suatu perusahaan-perusahaan ataupun organisasi tertentu.       

  • Database
Database adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi
  • Informasi
Jaringan computer dan komunikasi data, Informasi, Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer yang memiliki kemampuan proses yang lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya.

FUNGSI DAN PERANAN MANAJERIAL
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran.


Manajer perusahaan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut :

·         Fungsi Perencanaan

kegiatan-kegiatan pokok perencanaan melalui penentuan tujuan, penyusunan, program dan jadwal, penyusunnan anggaran, pengembangan prosedur, serta penetapan dan penafsiran kebijakan. perencanaan perusahaan antara lain meliputi produksi, pemasaran, SDM, dan ketatausahaan.
  • Fungsi Pengorganisasian
termasuk fungsi ini antara lain menyusun struktur organisasi, mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab serta menetapkan hubungan antarbagian dalam organisasi. itulah tiga pokok kegiatan yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
  • Fungsi Pelaksana Kerja Berdasarkan Rencana Yang Telah Disusun
rencana baru berarti bila telah dilaksanakan. Agar dicapai hasil yang diinginkan, manajer harus terlibat dalam pelaksanaan rencana kerja. tujuannya supaya dicapai koordinasi antar bagian dan kualitas proses dan hasil produksi senantiasa terjaga.
  • Fungsi Pengawasan
Manajer mengawasi apakah pelaksanaannya dan hasilnya telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. apakah perlu ada perbaikan dan lain sebagainya.  dalam melaksanakan tugas yang cakupannya luas itu manajer dibantu oleh beberapa kepala bagian produksi, kepala bagian pemasaran, kepala bagian kepegawaian, dan kepala bagian keuangan.

Peran Manajer

Ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Namun kesepuluh peran itu di rangkum menajdi tiga kelompok yaitu :
  1. Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat simbolis dan seremonial. Peran ini meliputi peran untuk figur untuk anak buah dan pemimpin.
  2. Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai penyebar dan pemantau informasi, dan peran sebagai juru bicara.
  3. Peran pengambilan keputusan, Yaitu peran sebagai seseorang wirausahawan, pemecah masalah, serta pembagi sumber daya.
PERBEDAAN SIM DAN MSI


Sistem informasi manajemen (SIM) juga biasa dikenal dengan sebutan management information system (MIS) merupakan sistem yang direncanakan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan data berupa informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi manajemen. Sementara menurut business dictionary, sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempelajari kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat guna pengambilan keputusan operasional, taktis dan strategis.

walaupun pengertian diatas mengatakan SIM bisa juga dikenal dengan sebutan MSI namun sebenarnya terdapat perbedaan diantara SIM dan MSI tersebut, yaitu :

Manajemen Sistem Informasi (MSI) lebih menekankan pada cara pengelolaan system informasi dengan penerapan fungsi-fungsi manajemen agar dapat menghasilkan informasi yang akurat dan cepat sementara Sistem Informasi Manajemen (SIM) lebih menekankan pada penerapan system untuk menghasilkan informasi bagi kebutuhan pihak manajemen pada semua tingkatan agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.





Analisis dan Design PL

Structured System Analisys and Design  (SSAD) atau Analisis dan Desain Sistem Terstruktur adalah salah satu metodologi dalam mengembangkan ...